Rabu, 25 Mei 2011

Contoh Cerpen

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.

Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan parallel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.
Berikut ini adalah salah satu contoh cerpen karya saya sendiri...


FANS


“kyaaa....”
Rana bersorak penuh semangat dari dalam kamarnya. “Rana, ada apa sih? Kok heboh banget?” tanya mamanya yang tiba-tiba muncul di depan pintu kamar Rana penuh heran. “itu maa, itu lhoo,, idolaku..” jawabnya setengah menjerit sembari menunjuk layar televisi. “Justin bieber ma, justin bieberkuww ...aaaa, aaaah... keren banget dia” ujarnya histeris sambil tangannya memeluk boneka big teddy kuat-kuat.“hmmm.... dasar ini anak lebay deh,mama kira kamu kesurupan”. Rana menoleh cepat, ia keheranan “lho? Kok kesurupan sih ma?” “abis suara kamu kenceeeng banget. Ngalahin suara bom tau” . Rana terkikik pelan “yah mama, kan aku tadi sekalian latihan vokal. Biar ntar kalau duet sama justin ngga’ malu-maluin” ujarnya ringan. Dan...
....doOoOoOoEnggGgGggGgg...
mama tertawa keras banget, ngelebihin suara teriakan Rana tadi. Rana yang merasa diketawain pura-pura cemberut. “ hahahaahahaa... kamu kok nghayal tinggi banget sih sayang? Justin nyanyi sendiri aja udah
baguuuuuuus, ntar kalau kamu ikutan nyanyi dia jadi ga konsen lhoo...”
“ga’ konsen karena ngelihatin akyuuu yang super duper kece ya ma?”
“ bukan,bukan..”
“terus kenapa dong?”
“ga konsen denger suara kaleng dipukulin disampingnya.....hahaha...“ mama tertawa lagi“.
“yee.. mama nih,seneeeng banget ngeledekin orang”
“lhoo, itu kan hobi baru mama” goda mama
“hahahahahaha....,o .. iya ya, aku lupa”
“ ya udah, terusin gih teriak-teriaknya mama mau arisan nih. Jaga rumah baik-baik ya, jangan terima tamu orang asing, jangan keluyuran,dan jaa...”
Rana memotong perkataan mamanya “jangan berantakin rumah selagi mama tidak dirumah. Karena itu berbahaya”.
“eitts, dan satu lagi. Jangan memotong perkataan mama! Itu dilarang keras. Okay sweety?”
“ siiip deh ma”
“okay, mama berangkat yah. Daah”
“daah mama”
# # #
Selepas mamanya pergi Rana masih duduk mematung di hadapan televisi sambil sesekali berteriak histeris melihat idolanya. Padahal tayangan yang sedang ia tonton itu sudah puluhan kali diputar di TV, tapi seakan tak pernah bosan Rana tetap setia menontonnya. Ya, gadis bernama Kirana Pratiwi cewek SMA 1 Argamakmur yang biasa dipanggil Rana itu memang maniak dengan Cowok berumur 17 tahun asal kanada yang baru saja menggelar konser di indonesia yang memang sedang menjadi buah bibir di kalangan remaja saat ini, Justin Bieber. Setiap hari Rana selalu tahu berita mengenai idolanya tersebut, update lah bahasa kerennya. Sebagai belieber –sebutan untuk fans justin bieber- otomatis dia hafal dan selalu ingin tahu semua hal mengenai Justin. Dari hal-hal umum sampai hal-hal yang sangat detail. Mulai dari warna mata, warna favorit, makanan favorit, merk sepatu, merk jaket, guru private, hair stylist, make up artist, bahkan sampai pasta gigi Justin pun ia kejar informasinya. Dan pastinya di juga punya pernak pernik ala justin bieber dong, dia koleksi semua hal tentang justin bieber tanpa pandang harga.. pokoknya asal ala justin ya dibeli aja... gitu. Sampai yang paling parah dia mau ngecat kamarnya pake warna ungu –warna favorit Justin bieber- !!!
Jreeeeng..........
she is an amazing fans,isn’t she?
Tapiiiii, mimpinya punya purple room harus melayang karena ga’ dapat izin dari sang papa tercinta yang bilang

“aduuh, sayang... jangan diganti dong cat dindingnya. Nanti kan jadi ga’ kontras sama pintu kamarnya. Masa dindingnya ungu pintunya oranye, kan jadi norak jatuhnya. Biarin dindingnya tetap biru muda aja ya? Kalu kamu mau ada warna ungu ntar kita pasang gorden warna ungu aja? Okay?”
nah, semenjak itu pupuslah impian, khayalan,dan harapan Rana mengenai purple room. Dan dia jadi makin giat untuk berburu barang-barang ungu ala justin.
# # #
Kukukuuruuyuuuukkk......
petok..petok..petoooooooooooook................
Allahu akbar allahu akbar...
suara adzan terdengar nyaring.....
“OaAaaaaahmmmmmmmmmmmmmm........hmm..hmm..wah kok udah pagi ya ini? Hmmm aku semalam ketiduran deh kayanya..”
Tok..tok..tok..
“Rana sayang, bangun yuuu... subuh udah mau lewat nih, ntar telat sholat lhooo... ayooo bangun “ suara mama terdengar, mencoba membangunkan Rana dari depan kamarnya.
“ iyaaaa ma...... bentar ... masih ngantuk”
“eiityttssssssssss...... ga’ boleh malas gitu dong. Ayo bangun!” sekarang suara papa yang terdengar membangunkan Rana.
“Eeeee.... i..i..iya pa, nih Rana udah bangun”
Rana paling takut kalau papa udah turun tangan membangunkannya, soalnya kalau rana tidak segera bangun papa akan menggelitiki pinggang Rana sampai ia mau bangun. Rana memang sedikit manja, karena dia anak tunggal.
Kreeek.. Rana membuka pintu dan beranjak ke arah ruang sholat. Papa dan mamanya sudah menunggu disana.
“ nah, gitu dong anak papa. Jangan malas malasan, orang malas kawannya syetan lhoo... hahaha” papa terkekeh
“hehehe, papa bisa aja.. yauwdah, sholat yuk sekarang”
“okay deh...”
# # #
Sesudah sholat subuh, Rana kembali ke kamarnya. Mengambil sebuah buku pelajaran, memasang headset pada handphone ungu kesayangannya dan memutar lagu favoritnya _Never Say Never_. Ia suka belajar sambil mendengarkan musik, lebih enjoy katanya. Untungnya dia masih duduk di kelas 1 SMU jadi belum cukup banyak pelajaran yang harus dipelajari, kalau ia sudah kelas 2 kelak..hmmm pasti tak ada cukup waktu baginya untuk sebikit bersantai saat belajar.15-20 dirasakan sudah cukup baginya untuk memahami materi yang akan dipelajari hari ini, maklum dia termasuk salah satu siswa yang jenius sekaligus berprestasi. Ia melirik jam kecil di mejanya 6.35. Ia lalumandi secepat kilat karena takut terjebak macet, entahlah akhir-akhir ini sepertinya Argamakmur ikut terkena macet sebagai dampak global warming... eh salah, globalisasi. Pukul 7.00am Rana sudah siap dengan seragam putih-putihnya. Hari ini hari senin, jadi ia harus berangkat lebih awal karena gerbang sekolah akan ditutup pukul 7.15am. Dengan tergesa ia berlari ke arah meja makan. Menyambar setangkup roti dan mengoleskan selai strawberry dengan suksesnya.
“eeeh, kok buru-buru gitu sih?” tegur mama heran
“aaau uuah erlambt ma..”
“ ngomong apa sih kamu?Ga jelas, mama ga bisa denger”
“glek..glek..glek...” Rana menghabiskan segelas besar susu dengan cepatnya.
“aaah... lega, maksudku tadi.. aku udah terlambat ma, makanya aku buru-buru. Papa mana ma? Kok ga ada? Yaaah, makin telat ke sekolah nih. Papa.. papaaaa pa... cepetan yuk, Rana telat nih”
“ eh, teriak teriak. Papa udah digarasi sayang, kamu sih lama. Hampir aja ditinggalin”
“ yaaah, mama. Kenapa ga’ bilang dari tadi? Ya udah.. Rana berangkat ya? Assalamualaikum”
“ wa’alaikumusalam, hati-hati ya”
“okay deh boss”
# # #
“excuse me, is this Rana’s house?”
seorang cowok menanyai Rana ketika ia sibuk mengunci pintu depan rumahnya. “Yes, it’s me. What’s..... what’s............
.......................................up? oh my god!! Is this dream? A..a..are you real? JUSTIN BIEBER???? OH,GOSH!!!! It’s really Justin bieber?” ujar Rana gugup.
cowok di depan Rana menganguk “ yeah, it’s me Justin”
“aaaaa...... AKU KETEMU JUSTIN BIEBER......”
“hahaha.... yes shawty, it’s real me”
“ oh,, oh,,, i’m so happy. But, why you come here? Any special moment? Or, you invited by the governor to come here?”
“no,no... i come here because............
you win a quiz”
“what?”
“yes, you win BE JUSTIN BIEBER’S BESTFRIEND FOR ONE DAY quiz”
“ you sure? I win? But, i never join the quiz.”
“ mmmm.. maybe your dad that send answer of the quiz”
“oh, y..yes, maybe” Rana masih gugup.
“so...? what will we gonna do?”
“ mm.. i must go to school, but because you come so far from Canada. I will be your guide to show you the interesting place in here”
“no babe, it’s not you follow me. But i that must follow your activity”
“Haaa? Jadi justin bakalan ngikutin aku seharian? wOw, it’s sound nice”
“ well, we must go to your school now or you’ll be late”
“ee,,, y..yes”
“walaupun telat bakalan aku jabanin deh, yang penting ketemuuuuuuuuu kamuuuuuuuuuuuuu bieberkuu” bisik Rana dalam hati.
“you go with my car,okay?”
“yap...yesyesyes...aku naik mobilnya Justin .................... yeyeyeeyeeeeeeeeyyyy......”
Rana Happy bukan kepalang.. bahkan waktu mau ke mobilnya justin, ia lari pakai gaya kanguru.. hahaha, norak abizz. Tapi malang, dia lupa kalau ada tangga kecil di depan rumahnya. Dia terus aja lari pakai gaya kangurunya itu, pas di depan......
BruKkkkkkkkk...........................

jatuhlah Rana dengan manisnya. Sayup-sayup dia mendengar suara... suara justinnya tersayang memanggil-manggil namanya .............
“Rana, Rana... bangun sayang...”
“lho.. kok justin bisa bahasa indonesia ya?” pikirnya heran
“kok justin sih sayang? Ini papa .. emang segitu mirip yah papa sama justin? Ha? “ ujar papa seraya menggelitiki pinggang Rana.
“hahaha... kok jadi papa sih justinnya?”
“ lho? Kamu mimpi ya? Duileee,mimpiin justin lagi!”
“hah? Aku cuma mimpi ya pa?yaah... padahal asyik banget mimpinya. Mimpi ketemu justin pa, mimpi dia datang ke rumah kita”
“akh, kamu. Kamu tuh dari tadi tereak-tereak di sini, papa kira kamu nonton TV. Ternyata lagi sibuk mimpi toh? “
“heheh... iya ya pa? Mama mana pa?”
“ tuh, lagi nyiapin makanan. Makan dulu yuk, papa lapar berat nih...”
“ yuk..yuk.. Rana juga lapar..hmmm harum, mama mask enak nih kayanya”
“ udhh, jangan Cuma diciumin baunya.. mendingan kita
SeRbUuuuuuuuuuuuu.....”
“yaaaa..... serbuuu”
mereka berlomba ke ruang makan.
“eh,eh, ada apa nih? Si manja udah bangun? Hmm aneh, tidur aja kok teriak teriak. Emang mimpi apa sih? Mimpiin mama yaa? Hayo ngaku? “
“hahahahahahahahahahahahaha mama pede banget siy?” kata papa.
“lho, ya iya dong pa? Kan mama tahu kalo diam diam Rana tuh ngefans sama mama.... hahahaha...........”
“yeee... mama nih...” balas Rana sedikit tertawa
“hahahahaha...” mama hanya tertawa
“eh,ceritain tentang mimpi kamu tadi sama mama dong..” pinta papa
“aah,... papa... “
“Mimpi yang aneh, lucu, dan sangat menyenangkan.. andai saja jadi kenyataan. Kalau saja tadi aku tahu itu semua hanya mimpi, pasti aku mau berlama-lama berada disana” desah Rana lirih.
“udah lah sayang, kan tadi Cuma mimpi. Siapa tahu nanti kamu bisa ketemu beneran sama dia. Ga’ usah sedih” hibur mama.

“hmmm.. mama benar juga, kalau nantinya bisa ketemu secara langsung kenapa harus sedih?” fikir Rana, dia pun tersenyum.
“nah. Gitu dong, masa anak kesayangan papa mama sedih. Ntar cepat tua lhooo..” goda papa
hahahahahaha...... mereka tertawa bersama dan larut dalam kebahagiaan.


        

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar